Berbicara tentang prospek profesi PR di era globalisasi adalah hal yang menarik.Karena profesi Jaman sekarang ini PR sudah menjadi suatu profesi yang menantang dan memiliki prospek yang baik.Sebagai seorang PR adalah profesi yang sangat menarik.Bisa dikatakan menarik karena ilmu PR adalah gabungan dari disiplin ilmu manajemen, komunikasi, psikologi, sosial dan marketing,Sebagai contoh,anggaplah kita ini adalah seorang PR disebuah institusi.Otomatis kita harus bias membangun mind set publik bahwa institusi yang kita pegang adalah institusi yang bonafit, dapat dipercaya dan loyal sehingga institusi tersebut disukai dan dapat dipercaya oleh public.
Semakin berkembangnya teknologi dan informasi,maka PR pun juga ikut berkembang.Dalam kurun waktu 100 tahun terakhir ini PR mengalami perkembangan yang sangat cepat.Namun perkembangan PR dalam setiap negara itu tak sama baik bentuk maupun kualitasnya.Proses perkembangan PR lebih banyak ditentukan oleh situasi masyarakat yang kompleks.Walaupun perkembangan PR di setiap Negara tidak sama baiknya Perkembangan ilmu dan profesi PR di Indonesia tergolong pesat. Ini ditandai dengan banyaknya lembaga pendidikan PR dan sejumlah organisasi PR seperti Perhumas (Asosiasi PR di Indonesia), APPRI (Asosiasi Perusahaan PR di Indonesia), Bakohumas, Forum Humas BUMN, Forum Humas Perbankan dan sebagainya.
Sayangnya masih banyak orang yang masih belum mengerti tentang arti dan fungsi PR yang sebenarnya.Kebanyakan orang menganggap tugas dan fungsi PR adalah sebatas media yang menjembatani dua pihak untuk membangun sebuah kerjasama.Padahal,fungsi PR bukan sepenuhnya hanya seperti itu.
Fungsi PR sendiri adalah sebagai sebuah profesi adalah orang yang bertanggung jawab untuk memberikan informasi, mendidik,meyakinkan,meraih simpati, dan membangkitkan ketertarikan masyarakat akan sesuatu atau membuat masyarakat mengerti dan menerima sebuah situasi.dan sekarang hampir semua perusahaan atau instansi memanfaatkan PR.Karena Perusahaan yang tak memanfaatkan bidang tersebut bakal tertinggal karena tak menguasai perolehan dan penyebaran informasi.Bagaimana sebuah perusahaan bisa menarik simpati,dan membangkitkan ketertarikan masyarakat,jika tidak bisa menguasai dan ketinggalan informasi.
Dengan didukung pendidikan serta pemantapan teori PR secara matang,maka bukan hal yang tidak mungkin untuk menjadi seorang PR yang baik.dan sekarang pun banyak lembaga yang menggelar acara seminar maupun kursus untuk mendukung dua hal diatas.dan semakin kedepanpun tantangan untuk menjadi seorang PR yang baik pun juga semakin besar.
Dulu PR sebagian besar PR hanya dapat diemukan di dalam perusahaan atau instansi tertentu.Namun seiring berjalannya waktu,kini PR dapat ditemukan tidak hanya di dalam instansi tertentu saja.bahkan seperti rumah sakit,bank,dan partai politik,dan organisai pun juga memeiliki PR.tetapu keberadaannya tergantung dari besar kecilnya instansi atau organisasi tersebut.Jika instansi atau organisasinya tergolong kecil maka PR masih belum terlalu dibutuhkan.
Karena bidang PR di era komunikasi ini sangat dibutuhkan,maka jasa dari Konsultan PR sangat dibutuhkan.Apalagi buat perusahaan yang belum memiliki internal Public Relations.Konsultan Public Relations akan menjawab semua kebutuhan perusahaan dan pemerintah untuk berkomunikasi dengan masyarakat atau publiknya.
Sementara perusahaan yang memiliki internal PR alangkah baiknya memakai jasa konsultan PR karena internal PR ini lebih mengerti keadaan internal perusahaan dan apabila digabungkan dengan konsultan PR yang memiliki keahlian seperti Media Specialist, Media Handling,Event Organizer,Market Research dan sejumlah kelebihan lainnya akan lebih handal lagi dalam berkomunikasi.
Kebutuhan akan komunikasi yang baik antara organisasi,pemerintah maupun korporat dengan masyarakat inilah yang menjadikan jasa konsultan PR dibutuhkan dan menjadikan bisnis ini memiliki prospek yang cerah.
Pentingnya komunikasi dalam hubungan masyarakat
Berbagai dunia usaha sangat memerlukan dan bertukar informasi seluas-luasnya.Pada sisi lain, teknologi informasi semakin hari semakin pesat,apalagi teknologi internet semakin memasyarakat.Kebijakan sektor swasta yang memberikan prioritas bagi bidang komunikasi dan hubungan masyarakat di perusahaan, tampaknya bertolak belakang di sejumlah perusahaan BUMN dan instansi pemerintah.Belakangan ini, banyak perusahaan BUMN dan instansi pemerintah, ”melikuidasi” bidang komunikasi dan hubungan masyarakat, yang kemudian menggabungkannya di bawah bidang sekretariat atau bidang umum.Tetap hal tersebut tidak mematikan bidang ini melihat potensi PR di masa depan yang menjanjikan,kini banyak jasa konsultasi humas tumbuh dan berkembang di Indonesia.
Prospek ini terbilang sangat cerah karena sekarang Indonesia tengah memasuki era keterbukaan informasi. Masyarakat Indonesia tidak peduli strata sosialnya sekarang dapat memperoleh informasi tanpa dihalangi lagi.Contohnya sekarang hampir semua orang memiliki akun jejaring sosial seperti facebook,twitter dan lain lain.bahkan anak smp pun juga memilikinya.ini menandakan bahwa Negara kita sudah memasuki era keterbukaan informasi.dan hal ini adalah hal yang wajar.karena setiap orang membutuhkan informasi.
Di sisi pemerintahan Dalam era keterbukaan masyarakat bisa mempertanyakan kebijakan pemerintah dan pemerintah harus mengkomunikasikan kebijakannya kepada masyarakat.Sekecil apapun kebijakan pemerintah dikomunikasikan secara baik kepada masyarakat agar masyarakat mengerti dan memahami kebijakan tersebut.Misalnya soal kenaikan tarif air minum,listrik dan telepon,ini ditujukan agar masyarakat tidak mempertanyakan kebijakan pemerintah.apalagi kecewa atas adanya kebijakan satu sisi,yaitu kabijakan tanpa adanya penjlasan untuk apa putusan itu dibuat.
Peran dan fungsi PR dalam organisasi
Peran profesi public relations semakin bias tanpa adanya spesialisasi profesi sehingga diharapkan seorang praktisi PR memahami perannya dengan baik,bukan hanya sekedar pelengkap kerja dan pekerjaan rangkap seorang sekretaris direksi.Konsep,peranan petugas PR yang dikembangkan oleh Broom, kemudian dikembangkan oleh Bromm dan Smith (Dozier, 1992) Peran PR merupakan salah satu kunci penting untuk pemahaman fungsi PR dan komunikasi organisasi.Ada beberapa fungsi dominan yang harus dilaksanakan seorang PR sejati antara lain berperan sebagai :
Technician communication
Kebanyakan praktisi masuk ke bidang ini sebagai teknisi komunikasi.Deskripsi kerja dalam lowongan pekerjaan biasanya menyebutkan keahlian komunikasi dan jurnalistik,sebagai syarat. Teknisi komunikasi disewa untuk menulis dan mengedit newsletter karyawan,menulis news release dan feature, mengembangkan isi web,dan mengangani kontak media.Praktisi yang melakukanm peran ini biasanya tidak hadir disaat manajemen mendefinisikan problem dan memilih solusi. Mereka baru bergabung untuk melakukan komunikasi.
dan mengimplementasikan program.terkadang tanpa mengetahui secara menyeluruh motivasi atau tujuan yang diharapkan.Meskipun mereka tidak hadir saat diskusi tentang kebijakan baru atau keputusan manajemen baru,merekalah yang diberi tugas untuk menjelaskannya kepada karyawan dan pers.
Expert Prescriber communication
Ketika para praktisi mengambil peran sebagai pakar/ahli,orang lain akan menganggap mereka sebagai otoritas dalam persoalan PR dan solusinya.Manajemen puncak menyerahkan PR di tangan para ahli dan manajemen biasanya mengambil peran pasif saja.Praktisi yang beroperasi sebagai praktisi pakar bertugas mendefinisikan probelm,mengembangkan program,dan bertanggung jawab penuh atas implemetasinya.
Communication facilitator
Peran fasilitator komunikasi bagi seorang praktisi adalah sebagai pendengar yang peka dan broker (perantara) komunikasi. Fasilitator komunikasi bertindak sebagai perantara (liason), interpreter, dan mediator antara organisasi dan publiknya. Mereka menjaga komunikasi dua arah dan memfasilitasi percakapan dengan menyingkirkan rintangan dalam hubungan dan menjaga agar saluran komunikasi tetap terbuka. Tujuannya adalah memberi informasi yang dibutuhkan oleh baik itu manajemen maupun publik untuk membuat keputuasan demi kepentingan bersama. Praktisi yang berperan sebagai fasilitator komunikasi ini bertindak sebagai sumber informasi dan agen kontak resmi antara organisasi dan publik. Mereka menengahi interaksi, menyusun agenda mendiagnosis dan memperbaiki kondisi-kondisi yang menganggu hubungan komunikasi di antara kedua belah pihak. Fasilitator komunikasi menempati peran di tengah-tengah dna berfungsi sebagai penghubung antara organisasi dan publik.
Fasilitator Pemecah Masalah
Ketika praktisi melakukan peran ini, mereka berkolaborasi dengan manajer lain untuk mendefinisikan dan memecahkan masalah. Mereka menjadi bagian dari tim perencanaan strategies. Kolaborasi dan musyawarah dimulai dengan persoalan pertama dan kemudian sampai ke evaluasi program final. Praktisi pemecah masalah membantu manajer lain untuk dan organisasi untuk mengaplikasikan PR dalam proses manajemen bertahap yang juga dipakai untuk memecahkan problem organisasional lainnya.